SEJARAH SATUAN BATALYON INFANTERI 753/ARGA VIRA TAMA

SEJARAH SATUAN
BATALYON INFANTERI 753/ARGA VIRA TAMA

BAB I
PENDAHULUAN

Sejarah terbentuknya cikal bakal Batalyon infanteri 753/AVT secara de vacto bisa dikatakan dimulai pada saat terbentuknya Satuan Infanteri di Singosari Malang yaitu Batalyon Cenderawasih oleh Pangdam VIII/Brawijaya, tanggal 17 Februari 1970. Disaat terbentuknya Batalyon Cenderawasih di Singosari Malang stabilitas pertahanan dan keamanan di wilayah Irian Jaya (sekarang Papua) masih sangat labil dan rawan. Sehingga untuk mengembalikan dan menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan maka Batalyon Cenderawasih di Singosari Malang ditugaskan untuk melaksanakan tugas operasi di wilayah Papua ( Operasi Pamungkas di Biak tahun 1970)

Sesuai dengan perkembangan jaman dan kondisi geografi, demografi serta kondisi sosial yang ada di wilayah Papua maka membawa konsekwensi bagi Batalyon Cenderawasih ( sekarang Batalyon infanteri 753/AVT) untuk senantiasa mengembangkan kemampuan diri sebagai satuan tempur, khususnya bagi kehidupan satuan dalam mengemban tugas dan pemeliharaan sejarahnya.

Meskipun Batalyon infanteri 753/AVT telah mengembangkan dirinya sedemikian rupa sesuai dengan tuntutan perubahan namun demikian Batalyon infanteri 753/AVT tetap mempertahankan nilai dan prinsip perjuangannya dalam menjalankan tugas pengabdiannya pada bangsa dan negara, melalui berbagai macam tugas dan latihan maupun pemberlakuan berbagai Tradisi yang dimilikinya.

BAB II
SEKITAR PEMBENTUKAN

1. Latar belakang pembentukan

Dalam rangka pelaksanaan tugas operasi ke Kodam XVII/ Cenderawasih, Irian Jaya (sekarang Papua) bertempat di Singosari Malang Jawa Timur (pada tanggal 17 Pebruari 1970) Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen TNI Wahono, sekarang Kodam V Brawijaya meresmikan terbentuknya Unit Batalyon Infanteri dengan nama Batalyon Cenderawasih, inti kekuatan Batalyon Cenderawasih diambil dari kesatuan-kesatuan dalam jajaran Kodam VIII/Brawijaya waktu itu dibawah pimpinan Mayor Inf Puspito sebagai Danyonif pertama.
Batalyon Cenderawasih yang dipimpin Mayor Inf Puspito, diterima oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Acub Zaenal pada tanggal 18 April 1970 di lapangan Borasi Manokwari bersama dengan itu pula nama Batalyon Cenderawasih diberi nama atau diresmikan menjadi Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama.
Batalyon Cenderawasih yang telah menjadi Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama diorganikkan ke Kodam XVII/Cenderawasih, berdasarkan Skep Pangdam VIII/Brawijaya dengan No : Skep/137/X/1970 tanggal 22 Oktober 1970.
Dengan reorganisasi di lingkungan TNI-AD khususnya di Kodam XVII/Cenderawasih maka sejak tanggal 27 Nopember 1984 Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama menjadi organik Korem 173/PVB.
Dengan latar belakang terbentuknya Satuan Infanteri di Singosari Malang yaitu Batalyon Cenderawasih oleh Pangdam VIII/Brawijaya, maka tanggal 17 Pebruari 1970 ditetapkan sebagai hari jadi Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama.

2. Pembentuk/Pemprakarsa

Unit Batalyon Infanteri dengan nama Batalyon Cenderawasih diresmikan oleh Pangdam VIII/Brawijaya Mayjen TNI Wahono, sekarang Kodam V/Brawijaya pada tanggal 17 Pebruari 1970, yang inti kekuatannya diambil dari kesatuan-kesatuan dalam jajaran Kodam VIII/Brawijaya waktu itu bertempat di Singosari Malang Jawa Timur
Batalyon Cenderawasih yang dipimpin Mayor Inf Puspito sebagai Danyonif pertama, diterima oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Acub Zaenal pada tanggal 18 April 1970 di lapangan Borasi Manokwari bersama dengan itu pula nama Batalyon Cenderawasih diberi nama atau diresmikan menjadi Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama.

3. Keadaan pada saat dibentuk Yonif 753/AVT

Batalyon Cenderawasih yang dipimpin Mayor Inf Puspito sebagai Danyonif pertama, diterima oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Acub Zaenal pada tanggal 18 April 1970 di lapangan Borasi Manokwari bersama dengan itu pula nama Batalyon Cenderawasih diberi nama atau diresmikan menjadi Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama. Selanjutnya untuk penempatan pasukan sbb :
a. Mayon dan Kima dan Kipan B berkedudukan di Biak
b. Kipan A di Ransiki Manokwari
c. Kipan C berkedudukan di Merauke.

Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama secara resmi diorganikkan menjadi anggota Kodam XVII/Cenderawasih, berdasarkan Skep Pangdam VIII/Brawijaya dengan No : Skep/137/X/1970 tanggal 22 Oktober 1970.

BAB III
PERKEMBANGAN

1. Pejabat-pejabat Komandan Batalyon :

Pejabat Komandan Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama mulai dari terbentuknya sampai dengan sekarang :

a. Tahun 1970 s.d 1972 Mayor Inf Puspito.
b. Tahun 1972 s.d 1973 Mayor Inf Tata M. Anwar.
c. Tahun 1973 s.d 1976 Mayor Inf R. Sukardjo.
d. Tahun 1976 s.d 1977 Mayor Inf Tamlika Ali.
e. Tahun 1977 s.d 1979 Mayor Inf Edhi Sanyoto.
f. Tahun 1979 s.d 1983 Letkol Inf Rachman Idin.
g. Tahun 1983 s.d 1984 Mayor Inf Jorry Tuwaidan.
h. Tahun 1984 s.d 1985 Mayor Inf Hari Ismadi.
i. Tahun 1985 s.d 1988 Letkol Inf I.G. Purnawa.
j. Tahun 1988 s.d 1989 Mayor Inf Abner Simatupang.
k. Tahun 1989 s.d 1992 Letkol Inf Dewa Hadimulya.
l. Tahun 1992 s.d 1994 Letkol Inf Sudarmaidy. S.
m. Tahun 1994 s.d 1995 Mayor Inf MP. Hutagalung.
n. Tahun 1995 s.d 1998 Letkol Inf Gede Kusuma Arta.
o. Tahun 1998 s.d 1999 Mayor Inf Toto Rinanto .S
p. Tahun 1999 s.d 2001 Letkol Inf Herumeidi H.
q. Tahun 2001 s.d 2002 Letkol Inf Yunadi.
r. Tahun 2002 s.d 2003 Letkol Inf Toto Jumariono.
s. Tahun 2003 s.d 2006 Letkol Inf Asep Setia Gunawan.
t. Tahun 2006 s.d 2007 Letkol Inf Abdullah.
u. Tahun 2007 s.d sekarang Letkol Inf Hidayat Suryono.

2. Pejabat-pejabat Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama saat ini:

a. Komandan Batalyon : Letkol Inf Hidayat Suryono
b. Wakil Komandan : Mayor Inf M. Asep Apandi
c. Perwira Seksi Intelijen : Lettu Inf Emanuel Setyo. K
d. Perwira Seksi Operasi : Lettu Inf Wisyudha Utama
e. Perwira Seksi Personel : Lettu Inf Dani Indrajaya
f. Perwira Seksi Logistik : Lettu Inf Setia Budi Darsana
g. Dokter Batalyon : Kapten Ckm dr. Dini Henriyanto
h. Keprimkopad D-3 : Kapten Inf Hendra Gunawan
i. Perwira Pembina Mental : Kapten Inf Akhmad Nursalim S.Ag
j. Komandan Kompi Markas : Kapten Inf M. Wachid Moerdiantoro
k. Komandan Kompi Senapan A : Lettu Inf Imam Wibowo
l. Komandan Kompi Senapan B : Lettu Inf Napoleon Tambunan
m. Komandan Kompi Senapan C : Lettu Inf Iwan Dwi Prihartono
n. Komandan Kompi Senapan D : Kapten Inf Krisbianto
o. Komandan Kompi Senapan E : Lettu Inf Arif Budi Situmeang
p. Komandan Kompi Bantuan : Kapten Inf Diantoro

3. Dislokasi pasukan.

a. Setelah Batalyon Cenderawasih tiba di Manokwari tanggal 18 April 1970 selanjutnya penempatan pasukan sbb :
1) Mayon dan Kima semula berkedudukan di Biak selanjutnya dipindahkan ke Ifar Gunung Jayapura, dan pada bulan Mei 1975 Mayon dipindahkan ke Waena Jayapura.
2) Kipan A semula di Ransiki Manokwari selanjutnya dipindahkan ke Ifar Gunung Jayapura.
3) Kipan B semula berkedudukan di Biak pada awal 1973 di-pindahkan ke Doyo baru Jayapura.
4) Kipan C semula berkedudukan di Merauke pada tahun 1976 dipindahkan ke Biak hingga sekarang.
b. Berdasarkan Keputusan Pangdam XVII/Cenderawasih Nomor : Skep/ 005-2 / II / 1976 tanggal 19 Februari 1976 Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama dipindahkan dari Waena Jayapura ke Manokwari, Kipan B ditempatkan di Nabire.
c. Dengan diresmikan Markas Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama di Nabire, maka pada tahun 1984 dilaksanakan pemindahan Mayon dan Kompi Bantuan dari Manokwari ke Nabire.
d. Dalam rangka reorganisasi Kodam XVII/Cenderawasih, Kipan A yang berkedudukan di Manokwari masuk organik Batalyon Infanteri 752, selanjutnya dengan pengisian personel dan materiil untuk Batalyon Infanteri 753/ Arga Vira Tama maka terbentuk kembali Kipan A yang berkedudukan di Nabire.
e. Berdasarkan keputusan Kasad Nomor Kep/ 41 / IX / 2003 tanggal 5 September 2003 tentang Organisasi Yonif diperkuat, maka Yonif 753/ Arga Vira Tama ditambah 2 kompi Senapan, yaitu Kompi senapan D dan E, sehingga Yonif 753/AVT saat ini berjumlah menjadi 5 Kompi Senapan, 1 Kompi Markas dan 1 Kompi Bantuan. Kipan A semula berkedudukan di Makoyon, pada tanggal 29 Desember 2004 dipindahkan ke Kompi baru berkedudukan di Desa Kimi dan pada tanggal 12 September 2006 Kipan E ditempatkan di Kab. Yapen Waropen (Serui).

4. Pembinaan Jiwa Korsa Yonif 753/AVT melalui Pengembangan Tradisi.
Jiwa korsa prajurit Yonif 753/AVT akan selalu berkembang seiring dengan memgembangan tradisi corps. Pengembangan tradisi corps diharapkan mampu menumbuhkan motivasi, kebanggaan, disiplin, loyalitas, dan rasa cinta terhadap satuan. Tradisi corps yang dikembangkan harus sejalan dengan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI.

Tradisi corps yang dikembangkan di satuan Yonif 753/AVT meliputi:
a. Tradisi awal masuk satuan Yonif 753/AVT
Tradisi ini ditujukan kepada seluruh anggota yang baru masuk satuan Yonif 753/AVT dalam mengawali tugasnya baik dalam strata tamtama,bintara maupun perwira. Pada awal penugasan di satuan Yonif 753/AVT dengan mengembangkan tradisi pemasangan atribut satuan Yonif 753/AVT yang dilaksanakan di Mako Yonif 753/AVT Nabire setelah mereka selesai mengikuti long mars dari Pelabuhan Samabusa ke Mako Yonif 753/AVT Nabire (+ 30 km). Selain pemasangan atribut Yonif 753/AVT, tradisi awal masuk satuan 753/AVT juga dilaksanakan tradisi pembaretan yang dilaksanakan di pantai Nabire setelah mereka melaksanakan latihan pemantapan dan kegiatan pembinaan fisik, mental serta pengenalan tentang satuan Yonif 753/AVT serta long mars melalui route Mako Yonif – Kp. Waroki dan finish di pantai Nabire(+ 38 km).

b. Tradisi Pengembangan potensi dan silaturahmi.
Pada pengembangan potensi dan silaturahmi dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan tetap mengacu pada kalender latihan dan protap satuan. Tradisi pengembangan potensi ini dilaksanakan melalui pemberian bimbingan dan pengasuhan bagi personil yang baru masuk di satuan Yonif 753/AVT. Sedangkan untuk memupuk kebersamaan serta ikatan silaturahmi diantara prajurit dilaksanakan acara tradisi ulang tahun bagi seluruh prajurit yang dilaksanakan setiap bulan.

c. Tradisi Akhir penugasan di satuan Yonif 753/AVT
Bagi personil baik dalam strata tamtama, bintara maupun perwira yang mengakhiri masa dinasnya (pensiun) maupun untuk pindah satuan. Tradisi yang dilakukan adalah pemberian penghargaan dan kenang-kenangan oleh Danyonif 753/AVT dengan dihadiri oleh seluruh anggota dalam suatu acara intern satuan.

BAB IV
TUGAS DAN PENGABDIAN

1. Penugasan Operasi.

Tugas-tugas Operasi yang pernah dilaksanakan antara lain :
a. Tahun 1970 Operasi Pamungkas di daerah Biak.
b. Tahun 1971 s.d 1972 Operasi Waspada dan Operasi Sakti di Perbatasan RI dan PNG.
c. Tahun 1973 Operasi Koteka di daerah Wamena dan Operasi Sakti di daerah Perbatasan RI dan PNG.
d. Tahun 1974 s.d 1980 Operasi Tumpas 1, 2 dan 3 di daerah Perbatasan RI dan PNG, Wamena, Timika, Fak-Fak, Tembaga Pura, Jayapura dan Nabire.
e. Tahun 1975 s.d 1976 Operasi Kikis di Perbatasan RI dan PNG.
f. Tahun 1984 s.d 1989 Operasi Galang di daerah Paniai.
g. Tahun 1981, 1989, 1991, 1992, dan 2003 Operasi Pam Obyek Vital Tembaga Pura.
h. Tahun 1989 s.d 2000 Operasi Rajawali di daerah Paniai dan Timika.
i. Tahun 1992 Tugas Pam Pemilu.
j. Tahun 1993 Tugas Pam RI I dan II di daerah Jayapura.
k. Tahun 2001 s.d 2002 Operasi Nuri di daerah Paniai dan Puncak Jaya.
l. Tahun 2002 s.d 2003 Operasi Pam Obyek Vital Tembaga Pura dan Operasi Pam Rah Wan di daerah Paniai dan Puncak Jaya.
m. Tahun 2003 s.d 2004 Operasi Rajawali I di daerah Jayapura dan Sarmi.
n. Tahun 2004 s.d 2005 Operasi Pam Rah Wan di daerah Puncak Jaya.
o. Tahun 2004 s.d 2005 Operasi Rajawali II di daerah Jayapura.
p. Tahun 2004 Tugas Pam RI I dan RI II di Kabupaten Nabire.
q. Tahun 2005 s.d sekarang Operasi Pam Rah Wan di daerah Puncak Jaya dan Paniai.

Nabire, 31 Maret 2009
Komandan Yonif 753/Arga Vira Tama

yonif

Hidayat Suryono
Letnan Kolonel Inf NRP 1910036720369

Ditulis dalam GALERY. Tag: . Komentar Dimatikan

YONIF 753 GALERY

batalyon-yonif-753

latihan

latihan

pengobatan-massal

dr.dini

sunatan massal

sunatan massal yonif 753 arvita nabire

*klik gambar di bawah untuk melihat lebih jelas

*Sarana tempat ibadah yang terletak di dalam markas Batalyon Infanteri 753 Nabire

>> SEJARAH YONIF 753 ==>

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.