DISTRIK UWAPA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas berkat dan Limpahan Rahmatnya buku Laporan Pelaksanaan tugas Tahun Anggaran 2007 ini dapat kami sampaikan.

Sesuai surat Bupati Nabire Nomor : 100/083/SET tanggal 24 Januari 2008 Perihal Penyampaian Laporan Pelaksanaan Tugas Tahun Anggaran 2007, maka buku laporan ini berisikan seluruh kegiatan baik yang dibiayai melalui APBD maupun APBD perubahan, serta semua Program dan Kegiatan yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Instansi Tehnis di tingkat Kabupaten.

Laporan Pelaksanaan Tugas merupakan kewajiban konstitusi setiap pimpinan unit Kerja sebagai wujud dari pertanggungjawaban semua kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan kerjanya.

Diharapkan pula bahwa laporan ini dapat menjadi sumber data dan informasi yang dibutuhkan dalam baik dalam penysunan LKPJ dan LPPD Bupati Nabire maupun dalam penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Lainnya.

Demikian disampaikan, Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa menyertai usaha-usaha kita, terima kasih.

Uwapa, April 2008

KEPALA DISTRIK UWAPA,

Drs. YUNUS R

NIP. 010234784

BAB I

PENDAHULUAN

A. Dasar/Landasan Hukum

Sebelum menjadi distrik tersendiri, wilayah Distrik Uwapa yang letaknya diantara daerah pesisir dan daerah pedalaman, adalah merupakan bagian dari wilayah Distrik Nabire. Pembentukan Distrik Uwapa, sejalan dengan pelaksanaan penghapusan wilayah-wilayah kepala pemerintahan setempat (KPS) dan Distrik, kemudian membentuk wilayah-wilayah kecamatan dengan ditetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1973 tentang Penghapusan Wilayah KPS dan Distrik serta Membentuk Pemerintah Wilayah Kecamatan di Propinsi Irian Jaya, menindaklanjuti Permendagri tersebut Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Irian Jaya mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 194/GIJ/1973 tentang Pelaksanaan Pembentukan Kecamatan di Seluruh Propinsi Irian Jaya 1973-1974, dan Nomor 195/GIJ/1973 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan Kecamatan di Seluruh Propinsi Irian Jaya.

Pembentukan kecamatan di Propinsi Dati I Irian Jaya dilakukan dalam 3 (tiga) tahap sejak tahun 1973, termasuk Kecamatan Uwapa masuk pada tahap ketiga tahun 1974.

Seiring dengan dikeluarkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua, maka terjadi perubahan nama satuan wilayah pemerintahan yaitu Kecamatan dirubah kembali menjadi Distrik, seperti pada masa Pemerintahan Belanda, yang saat ini masih dipergunakan sampai saat ini.

Adapun nama-nama Kepala Distrik Uwapa sejak tahun 1975, dapat disampaikan sebagai berikut :

1. Anselmus Petrus Youw, BA tahun 1975 – 1976

2. Yules Warikar, BA tahun 1976 – 1977

3. Simon Kudiai tahun 1977 – 1978

4. Manis Yogi tahun 1978 – 1980

5. Max W. Karubaba, BA tahun 1980 – 1982

6. Yan Thesia, BA tahun 1982 – 1983

7. Onesimus Wihiawari, BA tahun 1983 – 1988

8. Petrus Tangke Tasik, BA tahun 1988 – 1993

9. M.S. Pakombong tahun 1993 – 1995

10. Dahlan Adam, BA tahun 1995 – 1997

11. Drs. Hery Sapari tahun 1997

12. Hengky Yaukwart tahun 1997 – 1999

13. M. Simanjutak, S.Sos tahun 1999 – 2000

14. Nicolaus Wakei, S.Sos tahun 2000 – 2005

15. Drs. Hubertus Kegou tahun 2005 – 2006

16. Drs. Ynus R. Wenda tahun 2006 – Sekarang

B. Gambaran Umum Distrik Uwapa

1. Kondisi Geografis

Distrik Uwapa adalah salah satu distrik yang berada di daerah dataran sedang yaitu daerah antara pesisir pantai dan pedalaman,dan terletak di sebelah selatan Kota Nabire. Secara administratif pemerinahan, Distrik Uwapa mempunyai batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Distrik Nabire/Teluk Kimi

Sebelah Timur : Distrik Makimi/Siriwo

Sebelah Selatan : Distrik Sukikai

Sebelah Barat : Distrik Yaro/Wanggar

a. Luas Wilayah

Distrik Uwapa memiliki luas wilayah 5.177,65 km², dan merupakan Distrik yang terluas diantara 21 Distrik lainnya dalam wilayah Pemerintah Kabupaten Nabire. Dan terbagi dalam 15 Kampung.

Berdasarkan luas wilayah tersebut maka distrik uwapa memiliki tingkat kesulitan dalam pelayanan pemerintah yang sangat tinggi di karena luas wilayah, jarak tempuh antara ibu kota Distrik dan Kampung sangat jauh serta Kondisi geografis yang sangat sulit pula.

b. Topografis

Pada umumnya Distrik Uwapa beriklim tropis basah, karena letaknya secara geografis terdiri dari wilayah dataran rendah, sedang dan tinggi serta lembah dan perbukitan. Rata-rata suhu udara selama tahun 2007 adalah 28,9º C dengan suhu udara maksimum dan minimum terjadi pada bulan Desember, yaitu 20,8 ºC sedangkan pada suhu udara maksimum terjadi pada bulan September, yaitu 32,9º C.

Dengan topografi sebagaimana dijabarkan diatas, mempengaruhi suhu udara dimana setiap kenaikan 100 meter dari permukaan laut, suhu udara mengalami penurunan rata-rata 0,60 ºC sehingga suhu udara di Kabupaten Nabire berkisar antara 20 ºC – 30 ºC dengan suhu rata-rata 27ºC dan suhu maksimum mencapai 34ºC. Selama tahun 2005 rata-rata kelembaban udara yang terjadi diwilayah ini relatif rendah dimana perbulannya berkisar antara 75 % – 83% dimana kelembaban udara terendah terjadi pada bulan Januari dan tertinggi terjadi pada bulan Juli. Rata-rata penyinaran matahari berkisar antara 62% – 72%, dengan penyinaran matahari tertinggi pada bulan Agustus dan penyinaran matahari terjadi pada bulan Februari. Rata-rata kecepatan angin perbulan berkisar antara 2,9% – 4% dengan kecepatan angin terendah terjadi pada bulan Maret dan tertinggi terjadi pada bulan Juni, Juli, Agustus, Oktober, November dan Desember.

Distrik Uwapa mempunyai curah hujan yang hampir terjadi sepanjang tahun. Jumlah curah hujan tahunan yang terjadi tahun 2007 mencapai rata-rata sebesar 318,25 mm dengan jumlah hari hujan rata-rata 17,17 hari, curah hujan terendah sebesar 152 mm terjadi pada bulan juni dengan jumlah hari hujan 11 hari dan curah hujan tertinggi sebesar 602 mm terjadi pada bulan Maret dengan jumlah hari hujan 22 hari.

Berdasakan letak astronomis Distrik Uwapa, maka Distrik Uwapa memiliki Iklim tropis basah serta banyaknya curah hujan rata-rata 349 mm pertahun dengan ketinggian tanah dari permukaan laut 200-1.100 M dari permukaan laut.

2. Gambaran Umum Demografis

a. Jumalah Penduduk

Jumlah penduduk Distrik Uwapa adalah sebanyak 10.108 Orang, yaitu Laki-Laki sebanyak 4.614 Orang dan Perempuan Sebanyak 5.494 Orang, dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 3.143 Orang yang tersebar di 18 Kampung (Desa).

b. Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Selanjutnya Jumlah Penduduk Laki-Laki dan Perempuan pada Distrik Uwapa dapat dilihat pada tabel Berikut ini :

Tabel 1

Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin

No

Penduduk

Jumlah

Laki-Laki

Perempuan

1

4.614 Orang

5.494 Orang

10.108 Oramg

Dengan demikian perbandingan jumlah penduduk Perempuan lebih banyak dari penduduk laki-laki yaitu 21 % adalah penduduk berjenis kelamin Perempuan atau diantara 10 orang laki-laki terdapat 14 Orang Perempuan.

c. Komposisi Penduduk Menurut Usia

Jumlah penduduk menurut usia pada distrik uwapa dari usia produktif dan usia tidak produktif yang terbagi dalam 2 (dua) bagian yaitu Kelompok pendidikan dan kelompok Tenaga Kerja dapat dilihat dalam tabel berikut ini :

Tabel 2

Komposisi Penduduk Menurut usia

N0

Kelompok Usia

Jumlah

1

2

Kelompok Pendidikan

00-03 Tahun

04-06 Tahun

07-12 Tahun

13-15 Tahun

16-18 Tahun

19 Tahun ke atas

Kelompok Tenaga Kerja

10-14 Tahun

15-19 Tahun

20-26 Tahun

27-40 Tahun

41-56 Tahun

57 Tahun Ke atas

649

497

731

646

607

654

397

1.226

1.123

201

129

17

Dari data tersebut diatas dapat dilihat bahwa dari jumlah penduduk terdapat 50 % masyarakat berusia produktif yaitu usia 15 – 56 Tahun sebanyak 2579 Orang. 6576 + 8146

d. Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian

Guna memenuhi kebutuhan hidup setiap harinya maka Masyarakat Distrik Uwapa pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani, dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3 (tiga) dibawwah ini :

Tabel 3

Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian

No

Mata Pencaharian

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Pegawai Negeri Sipil

TNI – POLRI

Swasta

Pedagang

Tani

Tukang

Bruh Tani

Pemulung

Jasa

124

20

3

100

1505

35

15

7

20

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat distrik uwapa rata-rata bermata pencaharian sebagai petani yaitu sebanyak 1505 orang dan PNS sebanyak 124 Orang, sedangkan untuk sektor swasta dan jasa masih relatif sangat rendah.

e. Komposisi Penduduk Menurut Pendidikan

Sejalan dengan visi dan misi Bupati Nabire yaitu peningkatan Kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta upaya pemerintah distrik untuk mengimplementasikan visi dan misi tersebut maka hingga tahun 2007, masyarakat yang berpendidikan Sekolah Dasar atau yang sederajat tercatat sebanyak 979 orang, SMP atau yang sederajat tercatat sebanyak 296 Orang, SMU atau sederajat sebanyak 201 Orang, Diploma sebanyak 29 orang dan Sarjana baik Jenjang Strata 1, Strata 2, Strata 3 (S-1, S-2, S-3) tercatat sebanyak 17 Orang.

Sedangkan upaya lainya yang dilakukan dalam peningkatan sumberdaya manusia tersebut adalah melalui pendidikan Informal yaitu Kursus Ketemapilan.

Dalam tabel berikut akan disampaikan komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan :

Tabel 4

Komposisi Penduduk Menurut Pendidikan

No

Pendidikan

Formal

Jumlah

No

Pendidikan

Informal

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

Sekolah Dasar

Pondok Pesantren

Sekolah Menengah Tingkat Pertama

Madrasah

Sekolah Mengah Umum/Sederajat

Akademi/Diploma

Sarjana (S-1, S-2 dan S-3)

979

30

296

12

201

29

17

1

2

Pendidikan Keagamaan

Kursus/Keterampilan

30

13

Jumlah

1564

Jumlah

43

f. Komposisi Penduduk Menurut Agama

Distrik uwapa adalah merupakan salah satu distrik di kabupaten Nabire yang memiliki tingkat keragaman dan serta karakteristik yang berbeda pula.

Penduduk yang berdomisili di distrik uwapa sangat beraneka ragam suku, budaya serta agama (masyarakat heterogen), hal ini dikarenakan adanya program transmigrasi, sementara itu penduduk yang sifatnya hanya sementara (Penduduk Musiman) adalah para penambang emas sehingga agak menyulitkan pendataan.

Jumlah penduduk menurut agama dan kepercayaan dapat di lihat pada tabel berikut :

Tabel 5

Komposisi Penduduk Menurut Agama dan kepercayaan

No

Agama

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

Islam

Kristen Protestan

Kristen Katholik

Hindu

Budha

Konghucu

Kepercayaan Lainnya

2.065 Orang

4.988 Orang

3.046 Orang

9 Orang

Dari data tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penduduk yang memluk agama Islam sama jumlahnya,

  1. KONDISI APARATUR

Keadaan aparatur pada sekretariat Distrik Uwapa hingga Desember 2007, dapat disampaikan sebagai berikut :

Tabel 6

KONDISI APARATUR DISTRIK UWAPA

KEADAAN BULAN DESEMBER 2007

No

Nama

NIP

Jenis Kelamin

Jabatan

Pendidikan

Ket.

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Drs. Yunus R Wenda

Dance Gobai. SIP

Fince Sobuber

Manfret Petege, S.Sos

Herman Kalabetme

Dominggus Erari

Marius Goo

Victor Fun, S.Sos. M.si

Natalis Ukago

Dominika Kotouki

Karel Tekege

Natalis Kobogau

Robert Mote

Simon Douw

Stevanus Madai

Amos Munipa

Apapa Gobai

Bartholomeus Magai

Benediktus Kawib

Margaretha

Marina Erari

Petrus Kudiai

Pieter Madai

Sialter Kanajo Auri

Usman Hilapok

Yunus Madai

Dance Yogi

Silas Magai

Markus Asyerem

Rini Erari

010234784

640021603

050031052

640025212

010202550

050035191

640020789

010244066

640023689

640028727

640026253

010103360

730000688

640001850

640028730

010173742

640028728

640034657

010173742

640041386

640023726

640013008

010173060

640041378

640034580

640034588

010202265

640026256

L

L

P

L

L

L

L

L

L

P

L

P

L

L

L

L

L

L

L

P

P

L

L

L

L

L

L

L

L

P

Kepala Distrik

Sekretaris Distrik

Kepala Seksi

Kepala Seksi

Kepala Seksi

Kepala Seksi

Kepala Seksi

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Staf

Sarjana IIP

Sarjana

SMA

Sarjana

SMA

SMA

SMA

Sarjana S-2 UGM

SMA

SMA

SMA

SMA

SMA

SMP

SMA

SMA

SMA

SMA

SMP

SMA

SMA

SMA

SD

SMA

SMA

SMA

SMP

SMP

SMA

SMA

PNSP

PNSD

PNSP

PNSD

PNSP

PNSP

PNSD

PNSP

PNSD

PNSD

PNSD

PNSP

PNSP

PNSD

PNSD

PNSP

PNSD

PNSD

PNSP

PNSD

PNSD

PNSD

PNSP

PNSD

PNSD

PNSD

PNSP

PNSD

CPNSD

Honorer

Selain aparatur yang bertugas pada Sekretariat Distrik Uwapa, terdapat aprat Pemerintah yang bertugas pada instansi-instansi lain yang ada di Distrik Uwapa seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Pengajaran, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Peternakan serta Koramil dan Polsek.

BAB II

PELAKSANAAN TUGAS TAHUN ANGGARAN 2007

A. Pengelolaan Belanja Tak Langsung

1. Program dan Kegiatan

Dalam Tahun Anggaran 2007, Pemerintah Distrik Uwapa mengelola belanja Tak Langsung yang bersumber Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar, Rp. 736.392.000,- yaitu untuk membiayai gaji dan tunjangan sebesar Rp. 707.688.000,- serta tambahan penghasilan sebesar Rp. 28.704.000,-

2. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan pada Tahun Anggaran 2007 pada pos belanja tak langsung adalah telah mencapai 100% dengan rincian sebagai berikut :

§ Triwulan I Sebesar Rp. 184.098.000,-

§ Triwulan II Sebesar Rp. 184.098.000,-

§ Triwulan III Sebesar Rp. 184.098.000,-

§ Triwulan IV Sebesar Rp. 184.098.000,-

Dengan demikian Anggaran Belanja Tidak Langsung yang tersisa pada belanja Tidak langsung Distrik Uwapa adalah nihil.

3. Permasalahan dan Solusi

Dalam pelaksanaan Belanja Tak Langsung Tahun Anggaran 2007, permasalahan yang dihadapi dan solusi yang ditempuh adalah sebagai berikut :

a. Permasalahan.

Distrik merupakan sub sistim dalam suatu sistim pemerintahan, demikian pula Distrik Uwapa yang merupakan bagian ataupun perpanjangan tangan dari kepala daerah, sehingga pelaksanaan suatu kegiatan pemerintahan di tingkat Distrik adalah merupakan bagian dari kegiatan pemerintah Kabupaten.

Untuk melaksanakan kegiatan belanja tidak langsung pada tahun anggaran 2007, kendala atau permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah Distrik adalah masih rendahnya pemahaman dari paparat Distrik tentang terbatasnya kemampuan anggaran daerah untuk dapat mensejahterakan pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire pada umumnya dan aparat pemerintah di tingkat distrik.

Dalam hal kesejahteraan pegawai adalah merupakan alasan uatama bagi aparat di tingkat distrik untuk meninggalkan tugas sebagai abdi masyarakat dan mencari usaha lainya untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

b. Solusi

Lankah-langkah yang ditempuh dalam menagani permasalahan tersebut di atas, maka dalam Tahun Anggaran 2007 telah dianggarkan melalui pos belanja langsung yaitu program peningkatan disiplin aparatur.

Prgram ini dimaksudkan agar aparatur di tingkat distrik terutama di distrik uwapa dapat memahami dan menyadari tentang tugas dan tanggungjawabnya sebagai abdi masyarakat, serta dapat melaksanakan mtugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab.

B. Pengelolaan Belanja Langsung

1. Program dan Kegiatan

Dalam tahun Anggaran 2007, Distrik Uwapa melaksanakan program 5 (Lima) Pilar Program yaitu dan 13 (tiga Belas) kegiatan dengan sumber dana OTSUS.

Program yang dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2007 yaitu Program Pelayanan Administrasi Perkantoran dengan Kegiatatan Penyediaan Jasa Perbaikan Perlatan Kerja, Penyediaan Alat Tulis Kantor, Penyediaan Makan dan Minum, Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar daerah dengan jumlah dana sebesar Rp. 196.280.000,- .

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur dengan Kegiatan Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Rp. 28. 220.000,- dan Penyediaan Bahan Material 145.000.000,- sehingga total dana untuk kedua Kegiatan tersebut adalah sebesar Rp. 173.220.000,-

Guna meningkatkan disiplin pegawai pada lingkungan Sekretariat Distrik Uwapa, maka diadakan program peningkatan disiplin aparatur dengan kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas beserta Peralatan lainya sebesar Rp. 26.250.000,- Bagi PNS di Distrik Uwapa.

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan kegiatan Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Iktisar realisasi SKPD menelan dana sebesar Rp.7.830.000,-

Dalam Program Lima Pilar Pembangunan, terdapat lima kegiatan yaitu Peningkatan Iman dan Taqwa dengan memberikan batuan kepada 5 (lima) sarana tempat ibadah masing-masing sebesar Rp. 4.273.600 sehingga total dana untuk kegiatan tersebut adalah Rp. 21. 368.000,- Untuk kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat diadakan Bantuan Modal Usaha bagi 30 orang yang tersebar di 6 (enam) Kampung dengan dana sebesar Rp. 75.000.000,- sedangkan dalam kegiatan Pembangunan Infrastrutur dilaksanakan Rehabilitasi 5 (lima) unit Jembatan dengan jumlah dana sebesar Rp. 10.000.000,- untuk tiap-tiap Jrmabatan sehingga total dana sebesar Rp 50.000.000,-. Dalam sektor pendidikan dilaksanakan pemberian Batuan Beasiswa Bagi Mahasiswa asal Distrik Uwapa dan pelajar SMP Negeri II Uwapa sebesar Rp. 94.706.000,- , Pengadaan Meja Kursi Untuk SD dan SMP sebesar Rp. 160.000.000,- serta Rahabilitasi 3 (tiga) ruang belajar SD dan penambahan 1 (satu) ruang Kelas SMP dengan dana sebesar Rp. 200.000.000,-

Selanjutnya kegiatan yang di laksanakan dalam program 5 (Lima) Pilar pembangunan yaitu sebesar Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliard Rupiah) yang dibiayai melalui dana OTSUS adalah Untuk membiayai Aparatur sebesar 30% atau sebesar Rp. 300.000.000 sedangkan untuk membiayai Program dan Kegiatan 5 Pilar Pembangunan adalah sebesar 70% atau sebesar Rp. 700.000.000,-yang dibagi menjadi :

Ø IMTAQ = 5 % atau Rp. 35.000.000,-

Ø SDM = 20 % atau Rp. 140.000.000,-

Ø Perekonomian = 20 % atau Rp. 140.000.000,-

Ø Kesehhatan = 15 % Atau Rp. 105.000.000,-

Ø Infrastruktur = 40% atau Rp. 280.000.000,-

Selanjutnya untuk dana OTSUS tingkat Kampung dengan total dana sebesar Rp. 100.000.000,- dibagi dlam bentuk prosentase yaitu Aparatur sebesar 30% dan untuk 5 Pilar 70% yang dirinci sebagai berikut :

Ø IMTAQ = 5 % atau Rp. 3.000.000,-

Ø SDM = 20 % atau Rp. 12.000.000,-

Ø Perekonomian = 35 % atau Rp. 21.000.000,-

Ø Kesehhatan = 20% Atau Rp. 12.000.000,-

Ø Infrastruktur = 20% atau Rp. 12.000.000,-

Sedangkan untuk program dan kegiatan yang terakomodir dalam Rencana Kerja dan Anggaran Distrik Uwapa dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 7

PENGELOLAAN BELANJA LANGSUNG

No

Program

Kegiatan

Sumber Dana

Jumlah Belanja

(Rp)

1

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja

Penyediaan Alat Tulis Kantor

Peneyediaan Makan dan Minum

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah

OTSUS

OTSUS

OTSUS

OTSUS

66.000.000,-

12.280.000,-

7.000.000,-

111.000.000,-

2

Program Peningkatan Sarana dan Prasaran Aparatur

Pengadaan Peralatan Gedung Kantor

Penyediaan Bahan Material

OTSUS

OTSUS

28.220.000,-

145.000.000,-

3

Program Peningkatan Disiplin Apaatur

Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Peralatan Lainnya

OTSUS

26.250.000,-

4

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Iktisar realisasi SKPD.

OTSUS

7.830.000,-

5

Lima Pilar Pembangunan

IMTAQ

Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Infrastruktur

Pendidikan

Kesehatan

OTSUS OTSUS OTSUS OTSUS OTSUS

Rp. 35.000.000,-

Rp.140.000.000,-

Rp.140.000.000,-

Rp.105.000.000,-

Rp.280.000.000,-

2. Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan belanja langsung sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran pada Distrik Uwapa dapat disampaikan bahwa, 5 program dan 13 kegiatan yang dianggarkan dalam APBD kabupaten Nabire telah dilaksanakan sesuai dengan Dokumen Pelaksana Anggaran Distrik Uwapa dengan kode rekening 1.20.15.

Adapun realisasi pelaksanaan kegiatan tersebut dapat disampaikan bahwa dari 13 kegiatan yang dibiayai melalui APBD kabupaten Nabire dengan sumber dana OTSUS, 11 kegiatan diantaranya adalah merupakan kegiatan nonfisik dan 2 kegiatan fisik. Ke-11kegiatan nonfisik tersebut adalah :

Tabel 8

Jenis Kegiatan dan Alokasi Dana serta Realisasi Dana OTSUS

No

Kegiatan

Jumlah Dana

Realisai (%)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja

Penyediaan Alat Tulis Kantor

Peneyediaan Makan dan Minum

Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah

Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Peralatan Lainnya

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Iktisar realisasi SKPD.

IMTAQ

Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Pendidikan

Kesehatan

66.000.000,-

12.280.000,-

7.000.000,-

111.000.000,-

26.250.000,-

7.830.000,-

21.368.000,-

75.000.000,-

454.000.000,-

100

100

100

100

100

100

100

100

100

100

Secara khusus disampaikan pula bahwa pelaksanaan program Lima Pilar Pembangunan sebagai implementasi visi dan misi Pemerintah Kabupaten Nabire yaitu program IMTAQ telah dilaksanakan pemeberian bantuan biaya kepada 5 (Lima) sarana tempat ibadah dengan jumlah dana masing-masing sebesar Rp. 4.273.600,- . Dalam bidang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat telah dilakukan pemberian bantuan modal usaha bagi 6 kampung untuk 30 (tiga puluh) Orang dengan jumlah dana sebesar Rp. 75 Juta Rupiah, bidang Infrastruktur dengan kegiatan rehabilitasi jembatan penyeberangan di atas air sebesar Rp. 50.000.000,- yang tersebar di 5 (Lima) lokasi. Bidang pendidikan dengan porsi dana sebesar Rp. 454.706.000,- diperuntukan bagi beasiswa pendidikan non PNS yaitu Pemeberian Beasiswa Bagi Mahasiswa asal Dsitrik Uwapa sebesar Rp. 44.706.000,- dan Siswa SMP Negeri II Uwapa sebesar Rp. 50.000.000,-

Sedangkan untuk 2 kegiatan fisik bangunan adalah pemagaran kantor dsitrik dengan jumlah dana sebesar Rp. 173.000.000,- dan rehabilitasi 5 (Lima) unit jembatan yang tersebar di lima lokasi masing-masing dengan biaya sebesar Rp. 50.000.000,-.

3. Permasalahan dan Solusi

Kegiatan belanja langsung yang dikelola oleh pemerintah Distrik Uwapa melalui APBD Kabupaten Nabire Tahun Anggaran 2007 sebesar Rp. 1. 000.000.000,- yang diarahkan sesuai petunjuk pelaksanaannya mengalami beberapa kendala terutama dalam pemebrian bantuan kepada masyarakat.

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan belanja langsung dikarenakan belum adanya pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan bantuan terutama menyangkut bantuan keuanngan berupa dana stimulan dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi rakyat, sehingga bantuan yang diberikan terkesan hanya memenuhi tuntutan aturan.

Permasalahan lain yang dihadapi adalah keterlambatan pelaksanaan sidang APBD kabupaten, hal ini menyebabkan beberapa kegiatan yang dilaksanakan tergesa-gesa sehingga sangat berpenggaruh terhadap mutu dan sasaran kegiatan. Perlu disampaikan pula bahwa kondisi wilayah Distrik uwapa yang sangat luas, sangat berpengaruh terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan.

Solusi yang di tempuh dalam menghadapi berbagai persoalan terhadap pelaksanaan Pengeloaan Belanja Langsung adalah memberikan Pemahaman dan melaksanakan kegiatan yang bersifat prioritas serta menyangkut kepentingan banyak orang.

BAB III

PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN

Selain pelaksanaan urusan pemerintahan yan menjadi kewenangan daerah, yaitu urusan wajib dan pilihan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, Kabupaten Nabire juga melaksanakan tugas pembantuan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantuan.

Tugas pembantuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2001 Pasal 1 huruf “e” adalah Penugasan dari Pemerintah kepada Daerah dan Desa dan dari Daerah ke Desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannnya kepada yang menugaskan.

Dalam Tahun Anggaran 2007 tidak banyak tugas pembantuan yang diterima dan dilaksanakan oleh Pemerintah Distrik Uwapa. Tugas Pembantuan yang diterima dan dilaksanakan oleh Distrik Uwapa dapat dilaporkan sebagai berikut :

Tugas Pembantuan yang diterima :

Secara umum tugas pembantuan yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Nabire ke Kampung/Desa, sebagai upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Nabire, yaitu Gerbang Nun Biru melalui lima Pilar pembangunan, maka dialokasikan dana pemberdayaan Kampung/Kelurahan yang kegiatannya meliputi :

a. Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa

b. Peningkatan SDM melalui pendidikan

c. Peningkatan Kesehatan Masyrakat

d. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

e. Peningkatan Infrastruktur

Dana pemberdayaan kampung/kelurahan yang dialokasikan sebesar Rp.100.000.000, untuk tiap Kampung/Kelurahan, selain tugas Pembantuan berupa dana pemberdayaan kampung yang diterima dari Pemerintah kabupaten Nabire, dana pemberdayaan Kampung/Kelurahan juga diterima dari Pemerintah Provinsi Papua melalui Kegiatan turun Kampung Gubernur Provinsi Papua, sebesar Rp. 100.000.000,-

Dengan demikian masing-masing kampung di Distrik Uwapa memperoleh dana tersebut sebesar Rp. 200.000.000,- yang proses pencaiaran dananya baru mencapai 100% atau sebesar Rp 200.000.000,- untuk setiap Kampungnya.

Adapun rincian perolehan dana tersebut dapat di laporkan sebagai berikut :

Tabel 9

Dana Pemberdayaan Kampung (Block Grend)

Tahun 2007

No

Kampung

Sumber Dana

Jumlah

Realisasi

Prop.

Kab.

Fisik (%)

Keu (%)

1

2

3

4

5

7

8

1

Dikia

100.000.000

100.000.000

200.000.000

75

100

2

Ogiyai

100.000.000

100.000.000

200.000.000

70

100

3

Kunupi

100.000.000

100.000.000

200.000.000

86

100

4

Topo

100.000.000

100.000.000

200.000.000

90

100

5

Epowa

100.000.000

100.000.000

200.000.000

80

100

6

Jainoa

100.000.000

100.000.000

200.000.000

80

100

7

Jigikebo

100.000.000

100.000.000

200.000.000

70

100

8

Tagauto

100.000.000

100.000.000

200.000.000

75

100

9

Lokodimi

100.000.000

100.000.000

200.000.000

80

100

10

Yegeugi

100.000.000

100.000.000

200.000.000

80

100

11

Urumusu

100.000.000

100.000.000

200.000.000

70

100

12

Marga Jaya

100.000.000

100.000.000

200.000.000

90

100

13

Argo Mulyo

100.000.000

100.000.000

200.000.000

90

100

14

Topo Jaya

100.000.000

100.000.000

200.000.000

90

100

15

Gamei Jaya

100.000.000

100.000.000

200.000.000

80

100

16

Parauto

100.000.000

100.000.000

200.000.000

65

100

17

Bomopai

100.000.000

100.000.000

200.000.000

65

100

18

Ororodo

100.000.000

100.000.000

200.000.000

70

100

Dana tersebut langsung diserahkan dan dikelola oleh Pemerintah kampung yang penggunannya sudah terealisir 100%, baik kegiatan maupun keuangannya.

Selain Tugas Pembantuan tersebut diatas, masih terdapat tugas pemabantuan yang dilaksanakan di Distrik Uwapa dan tersebar di 7 (tujuh) Kampung yaitu berupa Program PN-PM PPK Nasional Tahun 2007 dengan beberapa kegiatan yang dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

Tabel 10

PROGRAM PN-PM PPK NASIONAL

TAHUN 2007

No

Nama Kampung

Jenis Kegiatan

Jumlah Dana (Rp)

Instansi Pemberi Tugas

Realisasi

(%)

1

2

3

4

5

6

1

Argomulyo

Jalan Sirtu (4X695) M

122.908.100

BPMK Kab. Nabire

100%

2

Marga Jaya

Bak Penampung Air

(Pipanisasi)

129.673.500

BPMK Kab. Nabire

100%

3

Yegeugi

Jalan Tanah (4X3.080)M

119.525.200

BPMK Kab. Nabire

100%

4

Jigikebo

Jalan Tanah (4X3.140)M

121.149.500

BPMK Kab. Nabire

100%

5

Lokodimi

Jalan Tanah (4X3.800)M

146.587.600

BPMK Kab. Nabire

100%

6

Kunupi

Jalan Tanah (4X3.470)M

141.016.600

BPMK Kab. Nabire

100%

7

Dikia

Jalan Tanah (4X4.400)M

169.139.500

BPMK Kab. Nabire

100%

Sedangkan untuk program PPIP Tahun Anggaran 2007 yang dilaksanakan di Distrik Uwapa, tersebar di 4 (empat) Kampung dengan total dana sebesar Rp. 1.000.000.000,- dengan rincian sebagai berikut :

Ø Urumusu dengan kegiatan Pembangunan Jalan Tanah dengan Total anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-

Ø Topo Jaya dengan kegiatan Pembangunan Gorong-Gorong dengan Total anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-

Ø Gamei Jaya dengan kegiatan Pembangunan Jalan Sirtu dan Jalan Batu dengan Total anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-

Ø Argo Mulyo dengan kegiatan Pembangunan Jalan Sirtu dan Jembatan dengan Total Anggaran sebesar Rp. 250.000.000,-

B. Dasar Hukum Pelaksanaan Tugas Umum Pembantuan

Selain pelaksanaan urusan pemerintahan yan menjadi kewenangan daerah, yaitu urusan wajib dan pilihan sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007, Kabupaten Nabire juga melaksanakan tugas pembantuan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Tugas Pembantuan.

Tugas pembantuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2001 Pasal 1 huruf “e” adalah Penugasan dari Pemerintah kepada Daerah dan Desa dan dari Daerah ke Desa untuk melaksanakan tugas tertentu yang disertai pembiayaan, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia dengan kewajiban melaporkan pelaksanaannya dan mempertanggungjawabkannnya kepada yang menugaskan.

C. Instansi Pemberi Tugas Pembantuan

Dalam tahun anggaran 2007, tugas pembantuan yang diterima oleh pemerintah Distrik Uwapa dari Pemerintah Daerah kabupaten Nabire yaitu guna mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Nabire melalui 5 (Lima) pilar pembangunan yaitu dari :

a. Bantuan Gubernur Papua Sebesar Rp.100.000.000,-

b. Bantuan Bupati Nabire Sebesar Rp.100.000.000,-

Bantuan tersebut langsung diserahkan ke 15 (Lima Belas) Kampung yang ada di Distrik Uwapa melalui Instansi Teknis Yaitu Badan Pemberdayaan Masyarakat kampung Kabupaten Nabire.

D. Satuan Kerja Perangkat Daerah Yang Melaksanakan

Tugas Pembantuan berupa Dana Pemberdayaan masyarakat kampung yang diterima baik dari Pemerintah Provinsi Papua maupun dari Pemerintah Kabupaten Nabire adalah bertujuan untuk memotifasi masyarakat guna dapat berperan dalam proses pembangunan diberbagai sektor/bidang.

Peran masyarakat tersebut diwujudkan dalam tugas pembantuan yang diterima yaitu Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Nabire sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Instansi Tehnis hanya mewadahi Proses Pencaian Dana Tersebut, sedangkan Pengelolaan Kegiatan sepenuhnya diserahkan kepada Masyarakat Kampung.

E. Program dan Kegiatan Yang Diterima Serta Pelaksanaanya

Dalam Pelaksanaan Tugas Pembantuan di Masing-Masing Kampung, dapat disampaikan bahwa, dana Sebesar Rp. 100.000.000,- baik dari Pemerintah Kabupaten Nabire maupun dari Pemerintah Provinsi Papua yang pencairan dananya dilaksanakan dalam 2 (dua) Tahap telah mencapai 100% atau sebesar Rp. 200.000.000,-

Untuk Program dan kegiatan yang dilaksanakan di tiap-tiap kampung dapat diinformasikan dalam tabel sebagai berikut:

Selanjutnya dapat disampaikan pula bahwa realisasi dari Rencana Startegis Pembangunan Kampung di Distrik Uwapa adalah sebagai berikut :

Tabel 10

Realisasi Kegiatan di 18 Kampung Tahun Anggaran 2007

No

Nama Kampung

Jenis Kegiatan

Realisasi

Fisik

Keu

1

Dikia

1. Beasiswa

2. Pembangunan Jembatan

3. Pengadaan Bibit Ternak Babi Ke. IV

4. Pembuatan Jembatan dan Gorong-Gorong

5. Pemberian Alat-Alat Penerangan

6. Operasional

75

100

2

Ogiyai

1. Beasiswa dan Fasilitas SD

2. Posyandu dan Makanan Tambahan dan Fasilitas

3. Pembersihan Lingkungan Permukiman Area Perkebunan

4. Modal Simpan-Pinjam

5. Pembuatan badan Jalan sepanjang 2300 m

6. Pengadaan Buku-buku Rohani dan Alat-alat Penerangan

7. Program PKK dan Alat-Alat Masak

8. Operasional

70

100

3

Kunupi

1. Beasiswa

2. Pengadaan Bibit Kakao

3. Modal Simpan Pinjam

4. Pengadaan Bibit Ternak Ayam

5. Pembangunan Jembatan 20 Unit

6. Alat Penerangan

7. Operasional

4

Topo

1. Beasiswa dan Seragam sekolah

2. Fasilitas Posyandu

3. Pengadaan Bibit Ternak Babi dan Ayam

4. Pembangunan Jembatan

5. Pembangunan Badan Jalan

6. Rehabilitasi Posyandu/Polindes

7. Pengadaan Fasilitas Olahraga

8. Operasional

5

Epowa

1. Beasiswa, Seragam dan Buku

2. Pembabatan Masal

3. Perbaikan Gizi Posyandu

4. Bantuan Yatim Piatu dan Jompo

5. Pembagian Bibit Ternak Babi, Ayam serta Bibit Tanaman Kopi dan Kakao

6. Pembangunan Jalan 3 Km dan Jembatan/Gorong-Gorong

7. Pengadaan Perabot Tempat Ibadah

8. Operasional

80

100

6

1. Beasiswa

2. Pembangunan Polindes

3. Pembagian Bibit ternak babi

4. Modal Simpan-Pinjam

5. Pembangunan Jalan Padat Karya

6. Alat Penerangan

7. Operasional

80

100

7

Jigikebo

1. Beasiswa

2. Pembangunan Polindes

3. Pembersihan dan Makanan Tambahan

4. Pengadaan Bibit kopi

5. Modal Simpan Pinjam

6. Operasional

70

100

8

Tagauto

1. Beasiswa

2. Pengadaan Bibit Ternak Babi

3. Pembangunan Jalan/Padat karya

4. Pembangunan Polindes

5. Pemberian Alat Penerangan

6. Operasional

75

100

9

Lokodimi

1. Beasiswa

2. Pembangunan Polindes

3. Pembagian Bibit Ternak Babi

4. Pembangunan Jalan padat Karya

5. Pemberian Alat Penerangan

6. Pemberian Bibit Ternak Ayam Bagi Kaum Ibu

7. Operasional

80

100

10

Yegeugi

1. Beasiswa

2. Pembangunan Polindes

3. Pembagian Bibit Ternak Babi dan Ayam

4. Pembangunan Jalan padat Karya

5. Operasional

80

100

11

Urumusu

Beasiswa dan Pembagian Seragam Sekolah

Pemberian Ternak Babi, Ayam, Bebek dan Ikan

Pembangunan Pagar Halaman Polindes

Pembersihan Lingkungan Permukiman

Pemberian Alat Penerangan

Pembangunan WC Polindes

Modal Simpan Pinjam Bagi Kaum Ibu

Operasional

70

100

12

Marga Jaya

Beasiswa

Pengadaan Mesin Babat Rumput

Penimbunan Jalan

Fasilitas Tempat Ibadah

Simpan Pinjam

Fasilitas Olahraga Karang Taruna

Operasional

90

100

13

Argomulyo

Seragam Sekolah dan Fasilitas TK

Penyediaan Makanan Tambahan

Modal simpan Pinjam

Pembangunan Jembatan/Gorong-Gorong

Bantuan Fasilitas Tempat Ibadah

Operasional

90

100

14

Topo Jaya

Beasiswa dan Pengadaan Buku Bagi Yatim Piatu TK dan SD

Pembangunan Polindes

Sarana Produksi Pertanian Bibit kakao

Modal simpan Pinjam

Pembangunan Gorong-Gorong

Fasilitas Pemuda Karang Taruna

Operasional

90

100

15

Gamei Jaya

Beasiswa dan Pengadaan Buku Bagi Yatim Piatu TK dan SD

Penyediaan Makanan Tambahan

Simpan Pinjam

Pemberishan dan Penggalian Parit

Bantuan Perawatan Tempat Ibadah

Operasional

80

100

16

Parauto

Beasiswa

Pembangunan Sumur

Pembagian Bibit Ternak Babi dan Kakao

Pemberian Bibit Ternak Ayam dan Simpan Pinjam Bagi Kaum Ibu

Operasional

65

100

17

Bomopai

Beasiswa

Pembangunan Sumur

Pembagian Bibit Ternak Babi dan Kakao

Pembangunan Jalan dan Jembatan Padat Karya

Pemberian Bibit Ternak Ayam dan Modal Simpan Pinjam

Operasional

65

100

18

Ororodo

1. Beasiswa

2. Pembangunan Sumur

3. Pembagian Bibit Ternak Babi dan Kakao

4. Pembangunan Jalan dan Jembatan Padat Karya

5. Pemberian Bibit Ternak Ayam dan Simpan Pinjam Bagi Kaum Ibu

6. Operasional

70

100

Sehingga dengan demikian dapat dikatakan bahwa seluruh kegiatan fisik dari Bantuan dana Block Grand yang dilaksanakan di 18 Kampung yang ada di Distrik Uwapa hampir mencapai 100% dan Keuangannya telah mencapai 100%.

F. Sumber dan Jumlah Anggaran

Dana yang diterima dalam pelaksanaan Tugas Pembantuan dibidang Pemberdayaan Masyarakat Kampung sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tehnisnya adalah guna meningkatkan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan, baik dalam perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaannya.

Pelaksanaan tugas Pembantuan yang diarahkan langsung kepada masyarakat adalah bersumber dari Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Kabupaten Nabire dalam rangka memberdayakan segala potensi yang ada dalam masyarakat.

Jumlah dana yang diterima oleh masing-masing kampung adalah sebesar Rp. 100.000.000,- dari Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Nabire sebesar Rp. 100.000.000,- sehinga total dana yang diterima oleh tiap-tiap kampung adalah sebesar Rp. 200.000.000,-

Dengan demikian dari 18 (Delapan Belas) Kampung yang ada di Distrik Uwapa bila dana tersebut telah disalurkan 100% ke masing-masing Kampung maka total Dana yang akan beredar di Distrik Uwapa adalah sebesar Rp. 3.600.000.000,- .

G. Permasalahan dan Solusi

Beberapa kendala atau masalah yang dihadapai dalam pelaksanaan tugas pembantuan di Distrik Uwapa adalah :

a. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tujuan pemberian kegiatan ataupun tugas pembantuan sehingga menimbulkan kesan bahwa dana tersebut untuk dibagikan kepada setiap warga masyarakat tanpa diikuti dengan suatu kegiatan pembangunan sarana maupun prasarana umum.

b. Kurangnya pengetahuan masyrakat dalam hal perencanaan pengelolaan hingga pelaporan suatu kegiatan pembangunan sehinga kegiatan yang dilaksanakan terkesan tidak tepat sasaran dan sulit untuk mempertanggungjawabkannya.

Sedangkan upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas adalah dengan memberikan memahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang penggunaan dana tersebut, serta mengontrol dan mengawasi setiap kegiatan masyarakat menyangkut yang berkaitan dengan tugas pemabantuan tersebut.

BAB IV

PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

A. Pembinaan Batas Wilayah

Pada umumnya persoalan batas wilayah di Kabupaten Nabire masih merupakan permasalahan yang belum tuntas diselesaikan. Hal ini disebabkan karena adanya program pemekaran wilayah baik pemekaran kabupaten yaitu Pembentukan kabupaten dogiyai dalam provinsi papua maupun pemekaran distrik dalam kabupaten Nabire.

Pemekaran ataupun pembentukan wilayah pemerintahan setingkat distrik oleh pemerintah Kabupaten Nabire telah dilaksanakan Sejak tahun 2000, yaitu dengan melaksanakan pemekaran/pembnetukan Distrik Siriwo yang sebagian Wilayahnya adalah merupakan bagian dari wilayah Distrik Napan, Uwapa dan Mapia, sedangkan dalam tahun 2005, Pemerintah Daerah melaksanakan pemekaran ataupun pembentukan 2 (dua) distrik Baru yaitu Distrik Makimi dan Distrik Teluk Umar. Selanjutnya dalam tahun anggaran 2006 telah terjadi pembentukan 5 (Lima) Distrik Baru.

Program pemekaran Distrik oleh pemerintah daerah Kabupaten Nabire dalam tahun anggaran 2007 masih dilanjutkan yaitu dengan membentuk 5 (Lima) Distrik Baru lagi, sehingga terjadi pergeseran batas wilayah antara distrik. Oleh sebab itu hingga tahun anggaran 2007 ini, pemerintah distrik uwapa belum dapat melaksanakan pembinaan batas wilayah ataupun kegiatan lainnya yang ada kaitannya dengan batas wilayah.

Hingga tahun anggaran 2007 pemerintah distrik uwapa belum mendapat petunjuk tentang program penegasan batas wilayah yang seharusnya difasilitasi oleh Pemerintah kabupaten Nabire, maka kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah Distrik Uwapa adalah dengan melalukan pembinaan pemerintah tingkat kampung yaitu kampung-kampung yang berbatasan dengan distrik lainnya.

B. Pencegahan dan Penanggulangan Bencana

Pada umumnya Kabupaten Nabire memiliki beberapa kawasan Daerah rawan bencana alam yang diakibatkan oleh gempa bumi, erosi tanah, banjir dan kekeringan. Salah satu distrik yang secara geografis dan geologis yang memiliki potensi rawan bencana alam terutama gempa adalah distrik uwapa.

Sebagian wilayah Distrik Uwapa adalah wilayah dataran tinggi serta dialiri banyak sungai besar dan kecil, sehingga sangat berpotensi terjadinya bencana tanah longsor, banjir. Bencana alam gempa bumipun sangat berpotensi terjadi, karena posisi wilayah Provinsi Papua terletak pada ujung pertemuan 2 lempengan Pasifik yang bergerak relativ kearah barat dan lempengan samudera Indonesia –Australia – Papua yang bergerak relatif kearah utara. Akibat pertemuan kedua lempengan tersebut banyak terjadi lipatan pegunungan dan patahan di daerah Papua.

Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah distrik uwapa melalui Dinas Kehutanan dan Kepolisian adalah menertibkan pembalakkan liar hasil hutan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, serta mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan. Sedangkan untuk penambangan secara tradional dilakukan penyuluhan oleh Dinas Petambangan dan Energi tentang bahaya penambangan secara liar tanpa memperhatikan lingkungan sekitar.

C. Status Bencana (Nasional, Regional/Provinsi atau Lokal/Kabupaten /Kota)

Seperti telah diuraikan dalam bab terdahulu maka pada umumnya Distrik Uwapa beriklim tropis basah, karena secara geografis terdiri dari wilayah dataran rendah, sedang dan tinggi serta lembah dan perbukitan. Rata-rata suhu udara selama tahun 2007 adalah 28,9º C dengan suhu udara maksimum dan minimum terjadi pada bulan Desember, yaitu 20,8º C sedangkan pada suhu udara maksimum terjadi pada bulan September, yaitu 32,9º C.

Kondisi topografis seperti disebutkan diatas tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya bencana alam seperti Gempa bumi, Banjir, Tanah Longsor dan Lain sebagainya.

Hingga tahun 2007, wilayah Distrik Uwapa tidak terjadi Bencana alam baik yang berstatus Lokal, Reginal (Provinsi, Kabupaten) Mapun Nasional, yang mengakibatkan korban Jiwa serta harta benda.

  1. Sumber dan Jumlah Anggaran

Dalam Tahun Anggaran 2007, Pemerintah Distrik Uwapa tidak mengalokasikan Anggaran bencana alam, hal ini disebabkan karena keterbatasan Anggaran Distrik dalam membiayai beberapa program prioritas.

  1. Antisipasi Distrik Dalam Menghadapi Kemungkinan Bencana

Dalam menghadapi kermungkinan terjadinya bencana alam terutama bencana alam banjir, maka pemerintah Distrik Uwapa telah berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat terutama masyarakat perambah hutan agar tidak melakukan penebangan hutan secara liar.

Pembinaan serupa juga dilakukan terhadap masyrakat pendulang emas tradisional melalui Dinas Pertambangan kabupaten Nabire.

  1. Potensi Bencana Yang Diperkirakan Terjadi

Sesuai dengan kondisi geografis dan jumlah curah hujan yang terjadi setiap tahunnya di wilayah distrik uwapa, maka bencana alam yang berrpeluang terjadi di Distrik Uwapa adalah Bencana alam Banjir dan Tanah Longsor serta gempa bumi.

D. Ketentraman dan Ketertiban

Untuk menjamin ketenteraman dan ketertiban wilayah yang lebih baik, maka Pemerintah distrik Uwapa melakukan kegiatan operasional dalam rangka menegakkan PERDA dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku di Daerah, melakukan koordinasi dengan aparatur KAMTIBMAS dan aparatur keamanan nasional di Daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan dibidang ketenteraman dan ketertiban adalah mengadakan operasi gabungan secara terpadu dengan instansi terkait untuk penertiban KTP, Penertiban Para Penambag Rakyat, Penertiban Pengelolaan Hasil Hutan Baik Kayu maupun Non Kayu, dan Penertiban Peredaran MIRAS secara Ilegal.

Upaya kerja sama yang dilakukan dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban di Distrik Uwapa adalah dengan melakukan kerja sama antara komponen keamanan baik HANSIP, KAMRA, WANRA/LINMAS dengan pihak Kepolisian serta Koramil.

BAB V

P E N U T U P

Berdasarkan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Distrik Uwapa dalam tahun Anggaran 2007, maka dapat kami sampaikan beberapa kesimpulan dan saran, sebagai berikut :

A. Kesimpulan

Berpijak dari pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat di Distrik Uwapa dalam tahun anggaran 2007, dengan melihat kondisi wilayah dan kendala-kendala yang ada, maka dapat disampaikan beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pelayanan pemerintah kepada masyarakat belum dapat berjalan secara maksimal, hal ini disebabkan karena luasnya wilayah, kondisi geografis yang unik dan spesifik, serta medan yang sulit dan terisolir, dengan terbatasnya sarana transportasi dan komunikasi, dana yang terbatas, serta persebaran penduduk yang tidak merata.

2. Distrik Uwapa, merupakan salah satu Distrik di Kabupaten Nabire yang secara geografis dan geologis terletak pada wilayah yang memiliki potensi rawan bencana alam terutama gempa bumi tektonik .

3. Keterbatasan sumberdaya manusia dalam upaya pemanfaatan Sumberdaya Alam sehingga pertumbuhan ekonomi di tingkat distrik sangat lambat.

B. S a r a n

Berdasarkan hambatan dan kendala tersebut di atas, maka beberapa saran yang dapat kami sampaikan adalah sebagai berikut :

1. Untuk memudahkan pemberian pelayanan pemerintah kepada masyarakat, dapat dilakukan dengan upaya mempersempit wilayah pelayanan, yaitu melalui pemekaran wilayah dengan membentuk satua satuan administrasi pemerintahan baru, yakni Kampung/Desa, Distrik/Kecamatan.

2. Memohon kepada Pemerintah Daerah agar dapat mengalokasikan dana yang memadai untuk pelaksanaan pembangunan di Distrik Uwapa, terutama pembangunan infrastruktur dan suprastruktur di wilayah-wilayah yang terpencil.

3. Pemerintah Daerah maupun pemerintah tingkat atas untuk terus berupaya mengadakan alat pendeteksi gempa, untuk peringatan dini bila akan terjadi gempa, guna meminimalisir terjadinya korban jiwa.

4. Pemerintah perlu memberikan perhatian yang serius, melalui pendidikan nonformal guna peningkatan Sumber Daya Manusia agar kekayaan alam di disrik Uwapa dapat di manfaatkan dengan baik guna peningkatan taraf hidup masyarakat. Demikian Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Nabire tahun 2006 dapat kami sampaikan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan.

Kiranya segala upaya dan karya yang telah, sedang dan akan kita lakukan senantiasa berkenan, serta mendapat bimbingan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Nabire, April 2008

KEPALA DISTRIK UWAPA,

Drs. YUNUS R. WENDA

NIP.010234784

(*Sumber : Yansen Sipandan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: